Hinaan atau cercaan kerap sekali datang dalam kehidupan kita, baik
dalam obrolan sehari-hari kita dengan teman dekat ataupun dalam
kehidupan sosial bermasyarakat. Terkadang hinaan/ cercaan itu
tidak disengaja terucap dari mulut yang dengan enaknya mengucap
kata-kata yang meremehkan dan merendahkan lawan bicaranya, dengan maksud
bersenda gurau kepada kawan dekatnya. Namun adapula yang memang dengan
sengaja mengucap kata-kata yang tidak seharusnya diucapkan dikarenakan
emosi yang sudah meluap-luap ataupun tingkatan yang lebih tinggi kepada
yang rendah, biasanya dengan enteng mengucap kata-kata yang menyakitkan
hati seseorang.
Kata-kata kotor pun terlontar,
Lalu, bagaimanakah kita mengambil sikap dari semua ini ? dalam keadaan
yang terpojok biasanya kita pun ikut terbawa arus emosi yang deras
apabila keduanya dalam keadaan yang sulit untuk mengontrol emosi
masing-masing. Mungkin, walaupun kita sedang bercanda dengan kawan dekat
kita, kawan tersebut menghina dan meremehkan kita terlalu dalam, kita
pun akan emosi dan marah, akhirnya menimbulkan perpecahan dalam
persahabatan yang sudah lama terjalin.
Kuncinya
adalah kesabaran yang ada dalam diri kita, bersabar dan bersabarlah,
terima hinaan apa yang sedang kita dengarkan walaupun itu pahit untuk
didengar, karena bila kita membalas hinaan yang di lontarkan kepada
kita, tidak akan menjadikan hinaan itu bermanfaat bagi diri kita.
Walaupun kesabaran itu ada batasnya, jadikan suatu hinaan pada diri kita
motivasi bagi diri, biasanya orang menghina itu menyebutkan hal-hal
yang kurang baik atau kekurangan pada diri kita, kalau memang itu
adanya…terimalah dengan lapang dada, dan hati yang sejuk, karena tidak
secara langsung kita sedang terintrospeksi pada diri kita, kenapa.. ?
karena biasanya manusia itu lebih cenderung sulit untuk mengintrospeksi
diri, tetapi lebih senang menyebutkan hal yang tidak baik kepada orang
lain.
Dengan kesabaran kita ubah hinaan menjadi
kekuatan yang tangguh pada diri kita, buktikan bahwa kita mampu untuk
merubah kekurangan dan kejelekan kita, buktikan kita mampu untuk merubah
hinaan menjadi guru yang menjadikan kita orang yang patut di hargai,
buktikan kita mampu untuk mengubah hinaan menjadikan diri kita bangkit
dan tegar dalam kehidupan. Tidak selamanya hinaan itu dapat merobek hati
kita dan tidak selamanya hinaan itu menjadikan kita orang yang terhina
dan nista di muka bumi ini. Asahlah kesabaran pada diri kita, jadikan
sabar sebagai penuntun hidup kita setelah Allah SWT dan Al Quran sebagai
penuntun yang utama.
Terhina bukan berarti mati,
terhina bukan berarti rendah, dan terhina bukan berarti segala-galanya
kelemahan & kekurangan, tetapi jadikanlah hinaan itu motivasi kita
untuk maju dan maju, tersenyumlah bila hal itu terjadi pada diri kita.
"
Dan janganlah kita menghinakan sesuatu pada orang lain, karena hinaan
itu ibarat merpati yang sewaktu-waktu akan kembali pada kita ".
== SEMOGA BERMANFAAT ==
Tidak ada komentar:
Posting Komentar